Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2019

International Astronomy and Astrophysics Competition Qualification Round 2019

Assalamu 'alaikum. Dear readers, kali ini saya ingin berbagi pengetahuan mengenai astronomi. Semoga bermanfaat ^_^
»»  read more

Minggu, 14 April 2019

Menyoroti Permasalahan Kualitas Jaringan Internet di Ruang Publik Indonesia

     Internet telah menjadi kebutuhan generasi masa kini. Hampir semua orang di dunia menggunakannya. Kebutuhan akan internet bahkan setara dengan kebutuhan akan air dan listrik. Tidaklah mengherankan jika istilah Internet of Things menjadi familiar belakangan ini – sebuah konsep yang bertujuan untuk mengintegrasikan benda-benda di dunia nyata dengan internet.
     Salah satu teknologi yang digunakan IoT adalah Wi-Fi. Wi-Fi merupakan cara yang paling populer untuk bertukar data secara nirkabel di dalam area tertentu, sehingga Wi-Fi juga banyak digunakan di ruang publik. Koneksinya yang lebih stabil daripada data seluler membuat orang-orang ramai menggunakannya.
      Saya termasuk salah satu pengguna layanan Wi-Fi secara gratis, mulai dari kampus, kafe, hingga bandara. Masing-masing tempat memberi kesan tersendiri dengan layanan yang diberikan.
    Pertama, di area kampus, tepatnya di Universitas Brawijaya, layanan Wi-Fi yang disediakan cukup memuaskan. Bandwidth-nya yang sebesar 6,4 Gbps mampu menghasilkan koneksi yang cepat. Selain itu, tiap fakultas memiliki jaringan masing-masing agar server tidak cepat down. Untuk terhubung ke layanan, saya login dengan memasukkan username berupa NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dan password. Adapun untuk umum dapat menggunakan akun pengguna tamu.
      Kedua, di area kafe. Rata-rata kecepatan koneksi internet di kafe berbanding terbalik dengan jumlah pengunjung. Jika pengunjung kafe sedikit, maka koneksi internetnya cepat. Begitu pula sebaliknya, walaupun bandwidth yang digunakan cukup besar. Karena hal ini, terkadang saya mengandalkan jaringan 4G di ponsel ketimbang menggunakan jaringan Wi-Fi.
      Ketiga, di area bandara. Akses internet di tempat ini juga kurang memuaskan. Bukan masalah koneksi, melainkan password Wi-Fi. Kurangnya informasi perihal password membuat saya hampir tidak pernah menggunakan layanan Wi-Fi ketika berada di sana, sehingga saya pun menggunakan jaringan di ponsel untuk browsing sana-sini.
      Syukurlah, saya belum pernah mendapati serangan virus selama mengakses internet di ruang publik. Banyak fakta yang mengungkapkan bahwa akses internet gratis dapat memungkinkan server penyedia me-monitoring komputer kita, bahkan dapat menyusup ke dalam komputer. Film Who Am I: No System is Safe, film tentang hacker buatan Jerman, menggambarkan hal ini di salah satu adegannya, di mana geng The Clay menggunakan jaringan Wi-Fi tiruan untuk mengganti isi presentasi anggota partai baru pemilu Jerman dengan video animasi Hitler yang cukup memalukan.
   Berdasarkan pengalaman-pengalaman di atas, dapat saya simpulkan bahwa kualitas internet di ruang publik Indonesia belum sepenuhnya memadai. Hal ini selaras dengan fakta yang saya lansir dari CNN Indonesia, di mana rata-rata kecepatan internet di Indonesia  (15,5 Mbps) berada di peringkat 42 dari 46 negara, sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia sebesar 54,3 Mbps. Sungguh fakta yang miris. Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dengan beragam kontur geologi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas internet di ruang publik.
       Untuk menyikapi permasalahan tersebut, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki infrastruktur yang ada, seperti kabel optik dan tiang pemancar. Walaupun harganya sangat mahal, kualitas internet yang dihasilkan akan sangat memadai. Solusi lainnya adalah pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap provider internet, karena sebagian besar provider internet masih menggunakan sistem nirkabel untuk pengiriman data, yang notabene lebih lambat daripada serat optik. Hal ini termasuk bisnis capital intensive, di mana membutuhkan modal yang banyak dan teknologi yang mendukung. Dengan demikian, apabila pemerintah menerapkan solusi-solusi ini, niscaya kualitas jaringan internet di ruang publik Indonesia akan mengalami peningkatan yang signifikan.


»»  read more

Selasa, 26 Maret 2019

Susu Kambing, Inovasi dari Velvy untuk Perawatan Kulit

   Mandi adalah salah satu rutinitas kita sehari-hari untuk membersihkan dan menyegarkan tubuh. Ada berbagai macam produk sabun atau body scrub yang dijual di pasaran. Beragam bahan dasar digunakan, di antaranya adalah susu kambing.
    Menurut penelitian, susu kambing mengandung nutrisi yang lebih banyak dan lebih mudah diserap kulit. Oleh karena itu, Velvy meluncurkan inovasi pertamanya yang berbahan dasar susu kambing terbaik dari Belanda dalam bentuk shower cream, body lotion, dan body scrub dengan berbagai varian. Produk Velvy bebas paraben, gluten, dan SLS (Sodium Lauryl Sulfate) sehingga aman untuk digunakan. Tidak hanya itu, produk Velvy juga tersertifikasi halal oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia.
    Suatu saat, adik saya berbelanja di sebuah minimarket. Dia membeli Velvy Goat’s Milk Shower Cream Licorice & Shea Butter. Sesampainya di rumah, dia merekomendasikan sabun susu kambing ini. Saya pun tertarik untuk mencoba setelah membaca komposisi di dalamnya.
      Seminggu setelah pemakaian, saya merasakan ada perbedaan di kulit saya. Kulit menjadi lebih lembut dan bersih. Aroma sabun juga tahan lama dan tidak terlalu menyengat. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan lotion susu kambing Velvy setelah mandi dengan varian yang sama secara rutin.

 


»»  read more

Jumat, 31 Agustus 2018

Indahnya Menjalani Hidup bersama Allisya Protection Plus


    Tuhan memberikan karunia terbesar pada manusia berupa kehidupan. Tiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menjalani kehidupan dengan berbagai macam target, mulai dari menjadi pengusaha sukses, penulis terkenal, atau politisi berpengaruh.
»»  read more

Jumat, 06 Juli 2018

Menjelajah Kemegahan Eropa Barat Bersama Cheria Halal Holiday

Saat ini, hampir semua mata di segala penjuru dunia tertuju pada ajang sepakbola terakbar, Piala Dunia 2018. Piala Dunia 2018 telah memasuki babak perempat final. Tim-tim langganan juara seperti Brasil dan Uruguay menjadi favorit jawara tahun ini. Adapun negara-negara lain seperti Perancis, Inggris, dan Belgia juga masuk dalam perhitungan kans untuk juara.
Perancis, Inggris, dan Belgia merupakan negara-negara Eropa bagian barat. Selain karena kehebatan tim nasional sepakbolanya, ketiga negara tersebut juga terkenal karena adanya berbagai macam destinasi wisata yang menyuguhkan kemegahan ala Eropa. Sebut saja katedral Notre Dame di Paris, Big Ben di London, dan Atomium di Brussels. Jika salah satu dari ketiga negara tersebut menjadi jawara Piala Dunia 2018, maka sungguh merupakan suatu pengalaman yang tak dapat terlupakan ketika dapat mengunjunginya. Jika tidak, destinasi-destinasi wisata yang ada tetap menjadi favorit untuk dikunjungi.
Perjalanan ke Eropa membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Walaupun demikian, kita tetap dapat melancong ke sana dengan harga yang cukup terjangkau berkat paket tur dari Cheria Halal Holiday. Cheria Halal Holiday sendiri merupakan perusahaan travel wisata halal yang didirikan pada tahun 2012 oleh para professional berkualitas di bidang industri pariwisata dan marketing. Para profesional ini berpengalaman lebih dari sekian tahun. Layanan yang diberikan komprehensif bagi individual atau grup yang hendak berwisata baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, layanan dari Cheria Halal Holiday sangat memanjakan wisatawan muslim karena maraknya tour wisata muslim di berbagai tempat, khususnya di Eropa Barat.
Oleh karena itu, Cheria Halal Holiday menawarkan Paket Tour Halal Eropa Barat dengan empat pilihan waktu keberangkatan pada tahun ini, yaitu tanggal 11 Agustus, 8 September, 19 Oktober, dan 16 November. Kota-kota yang akan dikunjungi adalah Milan, Lucerne, Zurich, Frankfurt, Brussels, dan Paris. Biaya untuk mengikuti tur ini sebesar 1546 USD atau sekitar 22.250.000 IDR meliputi tiket internasional maskapai Qatar Airways, akomodasi hotel bintang empat (twin sharing), transportasi bus dilengkapi dengan AC, pemandu tur muslim yang berpengalaman, serta asuransi perjalanan. Adapun untuk pengurusan visa ke Perancis (proses normal 7-14 hari), pajak bandara internasional, fuel surcharge, tipping untuk pemandu tur dan supir, masuk ke lantai 2 menara Eiffel, laundry, telepon, internet, minibar, dan biaya porter (hotel, bandara, atau transportasi lain) ditanggung oleh peserta tur.
Paket Tour Halal Eropa Barat berlangsung selama sepuluh hari. Rombongan akan berkumpul di bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Milan melalui Doha pada hari pertama. Setibanya di Milan, rombongan akan mengunjungi Kastil Sforza, Patung Da Vinci, Teater La Scala, dan Katedral Milan yang merupakan maskot kota bernuansa gotik. Setelah itu, rombongan akan berkunjung ke masjid di Milan dilanjutkan dengan acara bebas di Galeri Vittorio Emanuele II yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan tertua di dunia.Pada hari ketiga, rombongan akan menuju Engelberg di Swiss untuk menikmati pemandangan Gunung Titlis. Transportasi yang digunakan untuk mencapai gunung adalah Cable Car yang dapat berputar 360 derajat sehingga rombongan dapat melihat pemandangan memukau dari segala penjuru arah dan menikmati salju abadi di atas ketinggian lebih dari 3000 m di atas permukaan laut. Rombongan lalu melanjutkan perjalanan ke Lucerne untuk berbelanja jam tangan bermerek di Toko Bucherer. Hari berikutnya, rombongan menuju ke Zurich dan kembali lagi ke Lucerne untuk tur kota dan membeli barang-barang bermerek dengan harga pabrikan di toko Drubba. Negara yang menjadi tujuan berikutnya pada hari kelima adalah Jerman. Rombongan akan mengunjungi Old City, Katedral Frankfurt, Eschenheimer Turm, Goethe House, dan Romeberg Square di Frankfurt. Kemudian, rombongan akan menuju ke bangunan ikonik bergaya gotik di Cologne, yaitu Katedral Cologne, Gereja Romanesque of Great St. Martin, dan City Hall. Rombongan juga berkesempatan untuk membeli buah tangan khas setempat dan mengunjungi Masjid Central Cologne.
Pada hari keenam, rombongan akan menghabiskan waktu seharian di Amsterdam dengan mengunjungi desa wisata Zaanse Schans untuk melihat cara pembuatan kelom dan keju khas Belanda serta berfoto dengan latar belakang Holland Windmills. Desa yang menjadi tujuan berikutnya adalah desa nelayan Volendam yang terkenal dengan pakaian tradisional nelayannya dan suvenir murah di toko Tobben. Setelah makan siang, rombongan akan menyusuri kanal-kanal untuk berkunjung ke tempat pengasahan berlian, yaitu Gassan Diamond. Rombongan juga akan melewati Dam Square, Royal Palace, National Monument, dan Central Station.
Kemudian, rombongan bergerak menuju ke Brussels pada hari berikutnya. Setibanya di Brussels, rombongan akan berkunjung ke Atomium, Grote Markt, Mannekin Pis, Old Town, dan Royal Palace. Rombongan juga akan berbelanja oleh-oleh khas Belgia, yaitu Home Made Belgian Chocolate dan Belgian Waffle.
Pada hari kedelapan, rombongan akan berada di Paris, kota mode dunia. Tempat-tempat ikonik seperti Place de La Concorde, Champs Elysees, Museum Louvre, Arc du Triomphe, Menara Eiffel, Les Invaldes, Trocadero, dan Katedral Notre Dame menjadi daftar wajib rombongan untuk dikunjungi selama berada di sana. Rombongan lalu mengunjungi Grand Mosque Paris dan berbelanja di Toko Benelux Duty Free Shop dan Galeri Lafayette. Hari berikutnya, rombongan akan memiliki acara tambahan berupa pesiar dengan cruise mengelilingi Sungai Seine yang dirangkaikan dengan acara bebas sebelum penerbangan kembali ke tanah air.
Demikianlah agenda dari Paket Tour Halal Eropa Barat bersama Cheria Halal Holiday. Sangat menarik, bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah menabung dari sekarang dan jangan lupa untuk mendaftar menjadi peserta rombongan dari Paket Tour Halal Eropa Barat bersama Cheria Halal Holiday. Ayo, ceriakan liburan Anda bersama keluarga dan kerabat!

»»  read more